Rabu, 24 Juni 2009

Apa sih fungsi Kiprok pada Motor ???

Ternyata sampai saat ini ada banyak orang yang belum memahami piranti kelistrikan motor yang dinamakan kiprok dan regulator. Keduanya dianggap sama karena secara fisik, bentuknya tidak jauh beda, padahal sebenarnya tidaklah demikian.
Apa dan bagaimana kegunaannya Kiprok dan Regulator??? Nih ada sedikit penjelasan. Sumber arus listrik pada motor didapatkan dari lilitan spul pengisian bertype arus bolak-balik (AC = Alternating Current).
Besar tegangan arus yang dihasilkan akan berubah-ubah menyesuaikan putaran mesin. Bahkan bisa mencapai 18-20 Volt pad rpm tinggi, pastinya sangat merugikan jika diaplikasi di sistem kelistrikan motor yang teganggannya hanya 12 Volt bertype arus searah (DC = Direct Current). untuk itu sangat diperlukan suatu alat pengubah sistem arah arus dari AC menjadi DC yang selanjutnya arus listrik ini ditampung di aki dan tidak akan balik ke spul pengisian. Alat inilah yang kita sebut Kiprok.
Dari sedikit penjelasan tadi, otomatis aplikasi kiprok dipakai di motor dengan kelengkapan aki yang dibilang menjadi tumpuan utama seluruh kelistrikan motor, sebagai penstabil agar piranti kelistrikan tidak rusak akibat over suplay arus listrik. Konsekwensinya, aki harus selalu dirawat agar tetap fit untuk menhindari kerusakan piranti kelistrikan motor.
Soal harga, kiprok terbilang sangatlah murah. Dipasaran dihargai sekitar 15-20 ribu saja, karena di dalam kiprok, sebenarnya hanya terdiri dari diod yang merupakan piranti mikro elektronik berbahn material semi-konduktor yng bersifat hanya sebagai penghantar arus listrik pada satu arah. Jadi diode digunakan sebagai penyearah aru AC menjadi DC.
Seiring kemajuan teknologi yang menuntun kita menjadi agak malas menggunakan aki, akhirnya pabrikan mengembangkan teknologi kiprok menjadi regulator/rectifier. Didalamnya, masih juga dilengkapi kiprok yang disempurnakan oleh rangkaian pensatbil tegangan.
Jadi meski motor anda tidak dilengkapi piranti kiprok, kelistrikan seperti lampu tidak cepat putus. Otomatis soal harga regulator dibandrol lebih mahal, pastinya lebih dari Rp. 40 ribu karena teknologi yang menyertainya lebih maju dibandingkan kiprok.


3 komentar:

Dadung Sulaeman mengatakan...

Tanks infonya gan....sangat bermanfaat sekali... bagi yang kebingungan motornya sering putus lampunya....

Ganes Putra mengatakan...

ow jdi gitu, http://www.bocahdoko.co.cc/

Anonim mengatakan...

kiprok itu berpengaruh dengan klakson gak gan?

Poskan Komentar